Thursday, December 1, 2022

JANGANLAH BERSEDIH JIKA DAKWAHMU TIDAK DITERIMA


Janganlah bersedih jika dakwahmu tidak diterima, wahai para dai yang mengajak kepada Allah. Karena jika engkau telah melakukan kewajibanmu, berarti engkau telah terbebas dari tanggungan, dan perhitungan hisabnya kembali kepada Allah ta’ala.


Sebagaimana firman Allah Ta’ala kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam:


لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ (22) إِلَّا مَنْ تَوَلَّى وَكَفَرَ (23) فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ (24) إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ (25) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ (26)


"Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. Tetapi barangsiapa berpaling dan kafir, Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sungguh kepada Kamilah mereka kembali. Lalu sungguh kewajiban Kamilah membuat perhitungan hisab mereka." [QS. Al-Ghosyiah: 22-26]


Oleh karena itu, wahai para dai yang mengajak kepada Allah, janganlah bersedih jika perkataanmu dicampakkan, atau tidak diterima di kesempatan pertama, karena engkau telah menunaikan kewajibanmu.


Tapi ingatlah, bahwa jika engkau mengatakan kebenaran karena mengharap wajah Allah, maka perkataan itu harus punya pengaruh, walaupun perkataan itu dicampakkan di depanmu, tapi perkataan itu harus punya pengaruh, sebagaimana ada ibroh dalam kisah Musa alaihissalam bagi para dai yang mengajak kepada Allah.


Perkataan yang benar, haruslah memiliki pengaruh, namun bisa jadi pengaruhnya langsung, bisa jadi pengaruhnya datang belakangan.


والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم


Sumber: Syarah Arbain Nawawiyyah, 131-132, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah.


Diterjemahkan oleh Ustadz Musyaffa Ad Darini, MA hafidzahullah